Posts Tagged ‘menggambar’

Pola Asuh Pengaruhi Kepribadian Anak

Bila kita tidak ingin memiliki anak dengan perilaku buruk, kuatkan hubungan emosi kita dengan si buah hati. Penelitian menunjukkan, anak yang diasuh dalam rasa aman dan kedekatan emosi yang erat dengan ibunya akan tumbuh menjadi anak dengan perilaku baik.

Analisa yang dilakukan Dr Pasco Fearon dari School of Psychology dan Clinical Languge Sciences terhadap 69 studi yang melibatkan lebih dari 6000 anak pra remaja, menunjukkan kualitas hubungan anak, terutama anak laki-laki dengan ibunya di masa kecil berpengaruh kuat pada pembentukan perilaku anak. Anak yang besar dalam perasaan tidak aman dan kurang mendapat motivasi dan dukungan dari orang yang mengasuhnya, akan tumbuh jadi anak yang “tak bermasalah”. Sebaliknya, anak yang merasa tidak dicintai, ditolak, dan kurang didukung, menjadi anak berperilaku buruk.

“Yang menarik adalah pola pengasuhan di masa kecil akan berpengaruh besar pada pola kepribadian dan perilakunya saat mereka dewasa,” kata Fearon.

Selain itu, orangtua perlu menyadari bahwa orangtua adalah model bagi anak-anaknya. Sikap orangtua akan direkam dalam ingatan anak. Sikap orangtua terhadap rumah, keluarga, dan orang lain, terekam dengan baik dalam memori anak. Oleh sebab itu, mulailah menjadi orangtua yang patut ditiru. Sikap yang santun, berempati dan menghargai orang lain akan menjadi teladan bagi anak.

sumber: kompas

Mindmap untuk anak-anak

Mindmap itu artinya  peta pikiran…maksudnya kita memanajemen otak kita supaya dapat bekerja secara maksimal. Kalau di toko buku, kita menemukan buku tentang mindmap biasanya di bagian katalog psikologi. termasuk ilmu psikologi juga berarti,  Jadi konsepnya, menggabungkan kerja antara kecerdasan otak kiri dan otak kanan. Mindmap sendiri terdiri dari gabungan gambar, warna-warna, garis-garis sesuai kreasi kita, kata, ide, jadwal kegiatan dan elemen-elemen lain yang terangkum dan terkait dalam satu kata kunci atau ide. Dan sebenarnya sebelum Tony Buzan menemukan metode ini, penemu tekenal seperti aristoteles, thomas alfa edison, einstein, atau leonardo da vinci sudah lebih dahulu menggunakan metode ini.

Seperti yang kita tau, bahwa otak kanan dan otak kiri mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Misal otak kiri kebanyakan menggunakan logika, sedangkan otak kanan dengan perasaan.

Nah, maka dari itu jika kita jenuh pada kerjaan kita yang membutuhkan analisa dan logika biasanya dengan sendirinya otak kita menyeimbangkannya dengan kita mengkhyal sana-sini… atau melakukan sesuatu yang berhubungan erat dengan perasaan kita. Baru setelah dirasa kita ‘tidak jenuh lagi’, maka siap untuk melakukan kerjaan dengan otak kiri kita lagi. Tapi beda halnya dengan membuat mindmap. Mindmap ini mengoptimalkan kedua kerja otak kita. Misalnya kita menghapal pelajaran dengan menggunakan otak kiri, dengan kita membuat mindmap kita juga menggunakan otak kanan kita dengan mewarnai rangkuman mindmap kita, atau menggambar sesuai kreasi kita. itu gunanya mindmap. Mindmap juga berfungsi supaya kita mudah menghapal segala sesuatunya. Karena disini kan banyak gambar-gambar dan warna-warninya, jadi yang bekerja adalah otak kanan kita yang mana daya ingat otak kanan bersifat panjang (long term memory). Beda halnya dengan otak kiri yang bersifat jangka pendek (short term memory).

Saya pikir, untuk konsep menghapal pada anak-anak kita bisa coba dengan cara mindmap ini. anak-anak cenderung suka menggambar dan warna-warni. Mungkin daya menghapalnya akan lebih kuat,

 

Guru yang digugu dan ditiru

Rumitnya problema kehidupan menentang tiap guru yang mencoba-coba menjalankan “pendidikan moral”. Kalau seperti para filsuf positivis, sang guru percaya bahwa hanya Prinsip-prinsip sajalah yang mungkin diajarkan disertai alas an-alasan bernalar, sang guru masih harus menentukan prinsip-prinsip mana yang bisa dijadikan bermakna bagi anak-anak kontemporer (Maxine Greene). Guru mesti menentukan terlebih dulu tindakan-tindakan mana yang mempunyai “gema moral”. Karena setiap tindakan guru akan menjadi cerminan anak didik yang melihatnya. Slogan “guru digugu dan ditiru” merupak represantasi dari komunikasi prilaku guru dengan murid setiap harinya.

Tantangan dalam kehidupan guru memang tidak mudah. Hidup dengan gaji kecil, sarana dan prasana pendidikan minim, fasilitas yang mengundang air mata, terkadang dicaci maki dan disumpahserapahi kalau ada apa-apa dengan pendidikan. Pokoknya derita guru adalah tumpukkan kesedihan. Tetapi, tetap tegar berjuang demi profesi mulia. Terlalu murah bila digadaikan dengan kecurangan demi UN. Di akhirat nantinya akan diadili pula karena curang. Lebih parah lagi tanaman psikologis. Bila anak didik berhasil karena tindakan curang guru, UN lulus dengan curang, masuk perguruan tinggi pakai joki, mendapatkan pekerjaan dengan menjogok dan cara-cara curang lainnya. bagaimana kalau dia nantinya menjabat posisi strategis di struktur pemerintahan negera kita (Pemimpin)?

Jadi, saatnya pendidikan Nasional dibersihkan dari guru-guru yang berwatak koruptor dan preman. Mari tinggalkan korupsi pendidikan dan mendidik peserta didik korupsi sejak si bangku sekolah. Yang seharusnya kita kampanyekan kepada anak didik justru pendidikan antikorupsi. Selayaknya posisi guru di barisan terdepan dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan antikorupsi, pendidikan anti curang pun digalakkan. Tentunya yang harus diperhatikan dan dibangun adalah mental guru-guru dan pihak sekolah yang lainnya.

Guru yang mempunyai jiwa idealis terhadap nilai-nilai luhur moral, dia akan senantiasa berlaku jujur terhadap semua apa yang dilakukan. Dalam menghadapi UN sebenarnya guru harus proaktif untuk memberikan mutivasi belajar dan mensupport agar anak didik siap menghadapi Ujian Nasional. Sifat sportifitas dan kompetitif yang ditanamkan didalam mental anak didik, akan mencerminkan prilaku mereka kelak ketika mereka hidup dilingkungan masyarakat. Apalagi ketika diantara mereka menjadi pemimpin bangsa. Sikap tauladan yang dicontohkan guru terhadap anak didik dalam menghadapi UN lebih memberikan rasa kepercayaan yang tinggi kepada diri sendiri dan kepada orang lain.

Standar Kompetensi Anak TK

A. Pengertian

Standar kompetensi anak usia dini adalah standar kemampuan anak usia 0-6 tahun yang didasarkan pada perkembangan anak. Standar kompetensi  ini digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan kurikulum anak usia dini.

B. Standar Kompetensi Anak Usia Dini

Standar kompetensi anak usia dini terdiri atas pengembangan aspek-aspek sebagai berikut:
b. Moral dan nilai-nilai agama
a. Sosial, emosional, dan kemandirian
d. Bahasa
c. Kognitif
d. Fisik/Motorik
e. Seni

Kreativitas Anak

Kreativitas itu adalah pilihan, bukan bakat. Setiap anak berpotensi menjadi kreatif. Tak ada seorang pun yang tidak memiliki kreativitas, karena jika demikian sama seperti tidak memiliki kepintaran sama sekali. Kreativitas dapat ditumbuhkan san dibentik sehingga setiap anak memiliki peluang menjadi kreatif.Cara orangtua menanggapi sebuah permasalahan akan mempengaruhi cara anak menyelesaikan masalah. Bila hanya mempunyai satu solusi saja untuk menanggapi permasalahan anak, maka mereka juga hanya mengenal dan menggunakan satu solusi saja. Bagaimana cara orangtua bersikap terhadap tindakan anak akan sangat mempengaruhi pola kebiasaan anak hingga dewasa nanti.

Orang kreatif menyukai tantangan dan yakin bahwa setiap permasalahan memiliki solusi. Orang kreatif juga sudah biasa terbuka terhadap ide baru dan berani mengambil resiko atas ide barunya tersebut meskipun tidak mendapat respon dari lingkungannya. Ciri-ciri orang kreatif antara lain:

*Berpikiran terbuka untuk ide-ide baru dan menolak penilaian yang prematur

*Selalu penasaran untuk menemukan solusi yang tepat

*Berani mengambil resiko dalam mencoba sesuatu yang baru

*Tidak takut kepada masalah yang sulit dan tidak mempunyai jawaban yang pasti

*Orisinil, berpikir sesuatu yang baru dan tidak umum

*Independen, yakni percaya akan pemikirannya

*Imajinatif

*Perseptif, melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh orang lain

*Tidak takut berbeda dengan orang lain

*Memiliki keberanian bertindak dan menunjukkan idenya

*Memiliki ketahanan, semangat, dan kerja keras untuk meraih sukses

*Mampu memotivasi diri

*Berpikir bagaimana jika, bagaimana cara lainnya, dan mengapa

*Memiliki rasa humor, mampu tertawa di saat gagal dan tetap semangat sesudahnya

Kreativitas tidak hanya terbatas pada satu bidang saja, tapi merupakan sikap (attitude) yang tak hanya melibatkan pola berpikir anak tapi juga kemampuan anak menyelesaikan masalah. Dalam sikap kreatif, tidak hanya memiliki dan menjalankan ide, namun juga mampu mencari keunggulan dari kreativitas tersebut.

Kreativitas anak tkkreativitas anak

Anak harus belajar menemukan solusi sendiri dengan mempertimbangkan beberapa kemungkinan dan berani mengambil resiko atas pilihannya. Anak juga harus menunjukkan bahwa dirinya mampu berteman dengan masalah serta mampu melihat peluang, memiliki ide yang orisinil dan independen. Ajarkan anak menjadikan masalah layaknya sebuah bisnis, seni, atau ilmu pengetahuan, sehingga sikap kreatif bisa menjadi sebuah kebiasaan.

Kreativitas merupakan pilihan, tak hanya orang yang memiliki bakat kreatif. Bagaimana seseorang mampu menanggapi situasi juga bisa dikatakan orang kreatif. Setiap anak berpotensi menjadi kreatif karena tidak kreatif berarti anak tidak berpikir dan tidak melakukan apa-apa. Oleh sebab itu, sangat kecil kemungkinannya orangtua tidak mampu membentuk kreativitas anak.

Dalam kehidupan sehari-hari orangtua bisa mendapatkan contoh kreativitas untuk diajarkan pada anak. Misalnya ketika menyusuri perjalanan pulang sekolah, kita melihat tukang sampah yang menarik gerobak sampahnya. Dengan menggunakan imajinasi anak, dan menggunakan prinsip yang ada, apakah ada solusi lain yang dapat dilakukan oleh tukang sampah untuk memperingan dan mempermudah pekerjaannya sehingga lebih cepat dan hemat energi.

Kreativitas juga dapat dibentuk dan diajarkan dalam bentuk permainan-permainan yang disukai anak, seperti permainan menyusun blok-blok bangunan atau geometri, puzzle, rakitan atau konstruksi. Berikan kepada anak, mainan-mainan yang membutuhkan kreativitas dan logika berpikir anak sehingga disamping kegembiraan yang didapat anak dari bermain, ada manfaat lain yang dapat Anda peroleh yaitu kreativitas anak yang semakin terasah

  • Download Brosur Pgtk

  • Archives

  • Categories

  • Advertise Here