Kemampuan Dasar Anak Usia TK

Ditinjau dari sudut psikologi perkembangan, masa anak dapat dibagi menjadi

a) masa bayi,
b) masa anak pra-sekolah,
c) masa anak sekolah,
d) masa remaja.

Perbedaan perkembangan individu sebenarnya disebabkan oleh faktor pembawaan, pengalaman-pengalaman dalam lingkungan, perjalanan hidup, serta faktor-faktor agama, iklim, sosiologi, ekonomi dan sebagainya.Menurut Montesorri, gevoelige periode yaitu saat permulaan perkembangan anak mulai dari lahir hingga umur 3-4 tahun yang lebih banyak dipengaruhi oleh “insting” semata. Saat inilah permulaan terbukanya jiwa kanak-kanak untuk menerima pengaruh-pengaruh dari luar melalui pancaindranya secara luar biasa.
Menurut Ki Hadjar Dewantoro mulai umur + 3,5 tahun akan terlihat permulaan diferensiasi jiwa kanak-kanak, dari sifatnya yang “kompleks” akan menjadi “tri sakti”: pikiran, rasa, dan kemauan.

Beberapa gejala yang muncul saat masa pubertas pertama adalah:
(a) Gejala krisis,
(b) Gejala egosentris,
(c) Gejala eksplorasi,
(d) Gejala meniru,
(e) Gejala bermain,
(f) Gejala masa peka.

Setiap fungsi mempunyai masa peka tersendiri, misalnya masa peka untuk menggambar adalah tahun ke-5, masa peka untuk berjalan adalah tahun ke-2, masa peka untuk perkembangan ingatan logis adalah tahun ke-12 dan ke-13.
Kematangan fungsi-fungsi perkembangan dalam diri anak tidak sama kecepatannya pada setiap anak dan berlangsung tidak pada kurun waktu yang tepat. Ada anak yang lebih cepat perkembangannya, namun ada pula anak yang lambat. Perbedaan tadi disebabkan oleh faktor endogin dan eksogin.
Tugas-tugas perkembangan yang dilakukan seorang anak berhubungan dengan kompetensi atau kemampuan generik dalam dirinya yang diharapkan dapat berkembang wajar secara bertahap sesuai perkembangan usia mentalnya.

Berbagai fungsi perkembangan dan kemampuan dasar/generik dalam diri anak, khususnya usia TK antara lain
(a) perkembangan fisik,
(b) perkembangan intelek,
(c) perkembangan emosi,
(d) perkembangan persepsi,
(e) perkembangan estetik, perkembangan sosial,
(f) perkembangan kreativitas.

Karakteristik Seni Rupa Anak
1.Karya seni anak bersifat alamiah karena setiap anak sesungguhnya memiliki bakat alamiah yang berbeda-beda.
2.Karya seni anak bersifat ekspresif karena karya rupa mereka umumnya merupakan suatu ungkapan yang kuat, spontan, jujur, langsung dan berangkat dari dalam dirinya.
3.Karya seni anak bersifat dinamis, artinya karya mereka umumnya mengesankan sesuatu yang bergerak terus seirama dengan gejolak emosi dan perasaannya.
4.Banyak tokoh yang mengutarakan pembagian tahap perkembangan (periodisasi) ungkapan ekspresi seni anak dengan batasan usia dan peristilahan yang berbeda-beda. Tokoh-tokoh tersebut antara lain Victor Lowenfeld dan Brittain, Rhoda Kellogg dan Scott, serta Lansing.
5.Karakteristik gambar anak usia TK menurut Lowenfeld termasuk dalam tahap coreng-moreng. Walaupun ungkapan visual mereka masih sangat sederhana namun sesungguhnya dari perkembangan usia anak dapat dikenali perbedaan masa awal coreng-moreng dengan perkembangan coreng-moreng berikutnya.
6.Karakteristik gambar anak masa coreng-moreng awal: usia sekitar 1-2 tahun anak mulai dapat mencoret dengan krayon atau pensil. Namun karya mereka belum dapat dikatakan suatu karya seni rupa, lebih menampilkan garis-garis panjang, pendek, melingkar, zig-zag yang tak beraturan.
7.Karakteristik gambar anak masa coreng-moreng lanjut: usia 2-3 tahun anak telah mulai mengontrol goresan-goresannya dan bahkan telah memberi nama gambar-gambar yang mereka buat walau terkadang orang dewasa masih sulit mengenali bentuknya.
8.Karakteristik gambar Anak usia TK masa pra-bagan: goresan-goresannya sudah mulai terkontrol, objek gambar sudah bermakna namun hubungan satu dan lainnya belum jelas, warna masih bersifat subjektif dan tidak sesuai dengan realitas, belum mengenal garis dasar.
9.Fungsi menggambar pada anak-anak hakikatnya adalah kegiatan bermain, sarana komunikasi, sarana ekspresi (kebebasan emosi), sarana relaksasi dan sarana terapi.
10.Di dalam pembinaan seni rupa ada dua aspek perkembangan yang menjadi sasarannya yaitu a) Pembinaan yang ditujukan kepada kepandaian atau keahlian, b) Pembinaan yang ditujukan kepada pembentukan pribadi.
11.Tujuan kegiatan menggambar di TK adalah mengembangkan kepekaan indriawi, khususnya indera penglihatan, kepekaan artistik, keterampilan motorik dan daya imajinasi anak.
12.Karakteristik gambar anak-anak berbeda dengan gambar buatan orang dewasa. Hal ini perlu diperhatikan ketika seorang guru akan merancang kegiatan menggambar di TK dan melakukan penilaian terhadap hasil karya anak.

13.Bagi anak usia TK yang lebih dipentingkan adalah keberanian, kreativitas dan spontanitas dalam mengekspresikan gambarnya, bukan keindahan atau kerapiannya.
14.Alternatif kegiatan seni rupa anak di TK yang memiliki karakteristik ungkapan visual yang beragam, antara lain: melukis jari, membentuk dengan bahan lunak, mencetak, merobek-mengelem-melekat, melukis dengan bulu dan sebagainya.

Sumber buku Metode Pengembangan Seni Karya Pekerti, Widia dkk.

 

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply